Senin, 26 Januari 2015


Hallo sob! PSDM BEM KM IPB 2015 punya gebrakan diawal kepengurusan nih, nama kegiatannya #RuangTamu. Penasaran isinya apa? Kita diskusi dengan platform WhatsApp, karena kita sama-sama libur kan? Pasti sulit buat mengadakan kegiatan yang sifatnya tatap muka langsung. 
Oh iya, sebenarnya ini bukan hal baru, kegiatan diskusi dengan platform WhatsApp ini saya dapatkan dari kawan-kawan di Forum Indonesia Muda, dan sepertinya cukup baik sering-sering diadakan sesi diskusi seperti ini. 
Supaya lebih tergambar seperti apa, silahkan baca notula diskusi yang telah dibuat.
Selamat membaca! Selamat terinspirasi :)




“A team is a group organized to work together to accomplish a set of objectives that cannot be achieved effectively by individuals”

Team building adalah proses membentuk kesinergian dalam mencapai goals dan tujuan yang dibuat oleh sebuah team. Banyak yang salah tanggap tentang team building ini sendiri.

Yuk diskusi dan share bersama di Open Discuss #RuangTamu

"TEAM BUILDING AT BEGINNING" 



Lets begin the discussion!

Diskusi 1,
Jam : 20.30-22.20
tema : teamwork building di organisasi. 

boomber : Gugi Yogaswara, S.T
moderator : Mogi Bian Darmawan
notulis : Sri Rafika Wulandari


Tujuan teamwork
Pada dasarnya, teamwork itu adalah memperjuangkan tujuan yang sama dengan memanfaatkan segala perbedaan yang ada

Metode teamwork
- kadang ada kontradiksi dalam interaksi teamwork dalam organisasi, Yakni: disatu sisi ingin membangun kesamaan tujuan sekaligus memahami karakter teman, namun disaat yang bersamaan kita harus disiplin dan tegas pada mereka yang melakukan kesalahan.
- jangan sering memaklumi kesalahan dengan dalih ingin memahami karakter teman kita dalam membangun teamwork karena orang yang melakukan kesalahan tetap harus di judge. Caranya :
jangan kita yang menjudge, tapi sistem yang menjudge dengan membuat sistem dalam organisasi yang disepakati bersama (misal : sistem reward and punishment). sehingga, tidak ada orang yang sakit hati.. karena yang menjudge bukan kita secara pribadi. melainkan sistem...

Sesi diskusi

1. Aldi : cara menyamakan tujuan ?
- ini menjadi tugasnya pemimpin organisasi dalam menyamakan visi semua anggotanya. Jangan sampai yang paham visi organisasi cuma ketuanya
- Rekan-rekan dulu waktu daftar di organisasi pasti nulisin tujuan, motivasi, harapan yang ingin dicapai kan? itu jangan cuma dijadiin berkas formulir aja... tapi dipelajari... sehingga kita bisa tau tujuan teman-teman kita di organisasi apaan...
- Sebisa mungkin dalam setiap forum yang ada, harus ada pengingatan mengenai tujuan kita di organisasi itu apa... sehingga tujuannya ter"INTERNALISASI" di kepala setiap pengurus....

2. Adnan Tagor : Bagaimana kita memberi punishment atau membuat sistem punishment yang baik kalau ini sebuah kegiatan yang non-profit atau kesukarelaan ? 
simpelnya seperti ini, mengatur pola komitmen orang2 sukarelawan itu tidak mudah karena tidak banyak motif yang mengikat mereka. Namun kita bisa masuk pada nilai2 integritas melalui komitmen yang ada di awal. Pastikan bahwa semua orang yang ada dalam organisasi memiliki suara untuk menyatakan komitmen mereka pada organisasi dan pada sistem di dalamnya... sehingga nanti jika mereka melakukan kesalahan kita bisa memiliki power dengan mempertanyakan "Integritas kamu mana? Kamu kan sudah komit di awal"...... dan punishment bisa masuk setelah itu

3. Aulia: Sering kali buat memahami karakter orang lain itu harus ada salah satu pihak yang mengalah. Dalam kata lain, yang satu memahami yang satu dipahami.. Nah, yang harusnya dipahami itu yang kaya gimana? Trus juga hal-hal yang boleh diexcuse itu yg seperti apa?
Jawab: mengalah atau tidaknya itu sama sekali tidak ada masalah... yang seringkali menjadi masalah adalah keadaan dan perasaan setelah mengalah itu... kalau kita sudah mengalah pada seseorang yang sulit dikasih tau... yasudah.... jangan sampai setelah kita mengalah pada seseorang, malah kita yang kebawa emosi, kesel, galau, marah, dan akhirnya nggak produktif malah ngegosip di belakang....

kmudian, kalau dikira kamu nggak bisa mengalah karena kalau mengalah terus dia nggak berubah-berubah... ya kamu harus tegas... kalau ybs marah juga nggak apa2 karena tujuan kita di organisasi bukan untuk membahagiakan semua orang kan?
-pake standar biasa aja, yang boleh di excuse : keluarga, akademik, kesehatan, dan keagamaan.

4. dinda : Bagaimana cara mengatasi sikap individualis dan ketidakempatian seseorang dalam proses untuk menuju tujuan proker maupun organisasi ? Apakah itu hal yang sangat penting dibanding profesionalitas?
Jawab : @dinda : ini untuk teman-teman juga..... kalau disini masih ada yang nanya lagi tentang "bagaimana cara dan bagaimana cara" mungkin saya akan menjawab dengan cara saya menangani... namun belum tentu cara saya akan sesuai dengan rekan-rekan semua... sehingga better untuk cara, rekan-rekan bisa ekplor lebih dalam degan mencobanya sendiri...

namun, cara saya untuk menangani orang yang individualis adalah dengan ngomong langsung sama orangnya... karena kadang kita suka sembarang menjudge bahwa mereka individualis, gak komit, sombong dsb... padahal bisajadi mereka punya alasan yang logis dari karakter mereka yang kayak gitu. jadi cari tau dulu lebih dalam, kalau orangnya emang individualis..... jawabannya sama kayak pertanyaan adnan


5. Aldi : Kang gimana caranya kita menjaga kestabilan komitmen temen2 organisasi?
Jawab : saya asumsikan kamu adalah pemimpin organisasi.... kestabilan komitmen teman2 pada dasarnya berasal dari kestabilan komitmenmu dulu... "sampai saat komitmen mereka tidak stabil kamu harus tetap stabil... sehingga kamu tetap berkomitmen untuk mengajak yang lain berkomitmen kembali" (di ingat2)
karena, komitmen yang dipimpin adalah cerminan komitmen yang memimpin

6. Adnan : Kalo yg terjadi bukan dari anggotanya melainkan dari ketua anggota tersebut yang membuat kesalahan (menghilang tiada penjelasan )??? Gimn bang?
Jawab : haha, kalau gitu, salah kita.. kenapa kita milih dia... haha. Canda, yah kalau gitu lain cerita, mungkin jalan terbaik kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan...

7. Fika : Kak, saya pernah mengalami hal pada point no 2 yg kaka katakan diawal. Persis bnget.*curcol*
Awalnya emang dimaklumi. Tapi tetap aja gk berubah. Nah saat itu blm ada kesepakatan sistem yg ngejudge. Apakah kalo kita baru buat sistem tsb disaat kejadian itu sudah terjadi dikatakan terlambat ? Dan saat sistem sudah menjudge, namun tetap gk ada efek dan perubahannya, apa yg harus kita lakukan ? Apakah harus memakluminya lagi?
Jawab : nggak terlambat kok.... hal itu dalam organisasi sering disbut "Continuous Improvement" perbaikan berkelanjutan... kita nggak bakal bisa membuat sistem sempurna di awal.. tetap butuh penyempurnaan. untuk pertanyaan kedua dan ketiga jawaban saya : ini mungkin masuk ke gaya kepemimpinan yah... bagi saya, saya akan menghitung kebutuhan organisasi mengenai cost dan benefitnya.. jika keberadaan ybs malah menambah beban karena jadi merusak sistem, jadi contoh yang kurang baik buat yang lain, dan bahkan benefit dari keberadaan ybs kurang strategis.. saya akan langsung ngomong ke ybs 4 mata dan bertanya, "Performa kamu jelek, merusak sistem, dsb.... kamu kenapa? Kalau kamu nggak bisa lagi komit di sini, kamu bisa ajukan pengunduran diri..."

8. Dilla : jenis kesalahan apa yang efektif di judge oleh sistem ,semua kah?karena terkadang lebih "ngena"jika pendekatan secara personal dari pada di judge oleh sistem / di forum ?
Jawab : lebih ngena lagi kalau dua-duanya... kita ngejudge dia salah melalui sistem yang disepakati bersama... tapi untuk mengetahui KENAPA dia melakukan kesalahan, kita lakukan pendekatan personal... karena yang boleh toleransi itu manusia bukan sistem..

9. Khoirunnisak : Memahami karakter seorang teman dalam satu organisasi itu susah2 gampang ya kak..
Nah, bagaimana cara kita mengenal dan memahami karakter orang2 "istimewa" seorganisasi yg belum pernah kita kenal/temui sekalipun?
Treatment seperti apa yg bs kita berikan untuk orang tsb? Istimewa di sini maksudnya keras kepala, tertutup, selalu minta diperhatikan dll
Jawab : mau orang tersebut keras kepala atau tidak... ybs tetap manusia... mereka punya hati... sentuh hatinya kalau nggak bisa sentuh kepalanya... jangan kebanyakan nanya cara kalau bisa, tanya dulu apakah kita sudah optimal dalam mengenal mereka?
1. apa kita udah kenalan langsung?
2. apa kita tau latar belakang keluarganya
3. apa kita tau cara dia belajar dsb...
kalau belum ya ditanya aja langsung... jangan membuat ribet sesuatu yang kita belum tau itu ribet atau nggak karena belum kita lakukan

10. Fika : Gimana kalau misalnya leadernya itu udah sering nyampein tujuan teamwork itu tapi dari para team blum bnyak yg paham. Tindakan apa yg mesti diambil sang leader?
Jawab : coba pahami terus, kan banyak faktor kenapa mereka nggak pahan, bisa jadi cara menyampaikannya nggak sistematis, anggota team lagi pada capek abis UAS, atau pada abis begadang karena ngerjain laporan jadi nggak fokus....

11. Iben : Cara kaka menegur tanpa menyakiti,menolak tanpa mengurangi arti?
Jawab : di awal, saya akan menegur langsung... tanpa peduli dia akan sakit hati atau apa... sampai ybs memberikan respon terhadap teguran saya. Kalau teguran saya menyakitkan hati dia, berarti saya ke depan harus lebih cantik menegurnya.. tapi kalau nggak sakit hati malah meningkat performa nya.. maka saya kan tegur dengan cara yang sama

12. Adnan : Kalo yg terjadi semua pekerjaan kita itu harus melewati ketua tetsebut katena semua keputusan harus melewati ketua kan kk ?? Tetapi ketua itu menghilang. Jadi apa yg harus di perbuat?
Jawab : jangan dibuat ribet, kalau ngilang yaa ngapain dijadikan pertimbangan... palingan cuma minta ttd... yaa rapat istimewa aja untuk menntukan PJS organisasi, atau bisa lapor ke DPM biar dipermudah proses restrukturisasi (kamu BEM kan yah?).
" just focus on substantial context... dont annoyed by technical aspect"

13. Aldi: Ketika dibuat suatu sistem yang baik dan ada orang yang ga bisa bertahan dengan sistem sehingga mengharuskan orang itu keluar. Ketika orang itu keluar dibutuhkan pengganti, berarti ada yang masuk sistem. Pendapat kakak kalo di suatu organisasi ada yang keluar masuk gimana?
Jawab: kalau keluar masuk yah jelek banget. Bisa diatur aja prioritasnya.... jangan sampe prosesi pergantian orang jadi melemahkan bargaining organisasi kita.

14. Rizal : Dalam organisasi, apabila seorang pemimpinnya kurang dpt dominan dan merangkul anggotanya di banding salah satu anggotanya. Apa yg harus dilakukan oleh pemimpin tersebut dan sikap apa yg seharusnya anggota yg dominan tsb lakukan.
Jawab : pemimpin harus dominan... karena dengan dominasi ia menunjukkan tanggung jawabnya yang besar. Ya harus belajar gimana caranya mendominasi organisasi. Adapun sikap anggota yang mendominasi... harus paham peran, hak dan tanggung jawab. Sampaikan semua usulan2nya ke pemimpinnya, sehingga pemimpin yang nggak dominan bisa kita support supaya bisa dominan

15. Adit : Klo kata sun tzu sih apabila anak buah tidak mengikuti arahan karena perintahnya tidak jelas itu salah jèndralnya.tetapi apabila perintahnya jelas tapi arahan tetap tidak diikuti yg salah anak buahnya

16. Rizal : Apabila memang kapasitas dr pemimpinnya *mohon maaf kurang dan salah satu anggota tersebut lbh mendaptkan kepercayaan publik. Dan apabila diteruskan begitu saja dpt merusak sistem maka apa yg harus dilakukan pemimpin tsb.
Jawab : bagi saya kalau udah jadi pemimpin, nothing to lose... nggak boleh menyerah... harus bisa tmapil prima gimana pun caranya. Walaupun sistem yang dicanangkan jadi nggak beres, setidaknya kita bisa mempelajari lebih dalam dari kesalahan beliau agar kalau kita sudah menjadi pemimpin, kita tidak seperti beliau....

Closing :
"Stay foolish, stay hungry"
Jangan cepat berpuas diri, tetap belajar dan rendah hati

Sampai jumpa di sesi #RuangTamu selanjutnya! :D

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Tweet to me!

Tahukah kamu?

""

Followers

Featured Posts

Copyright © 2013 Mogi Bian Darmawan | Dark Simple Blogger Template Powered by Blogger | Created by Renadel Dapize | Ori. BRS-bt Djogzs | All Rights Reserved